Thursday, September 11, 2008

Ada apa dengan saya

Belakangan ini kawan-kawan di kantor sedang senang menggunakan perumpamaan untuk menertawakan nasib karir saya yang makin nyusruk. Nyungsep. Menukik ke bawah dengan sukses. Bukan karena KKN apalagi korupsi. Sederhana saja, saya mengambil cuti diluar tanggungan dan menanggalkan karir yang diincar orang, demi......................... sesuatu yang tidak akan saya sesali. Kata mereka, hidup saya seperti naik roller coaster: seru, tapi roller coaster yang saya naiki berhenti ditengah-tengah. Mandek.

Kata siapa saya tidak kecewa?
Kata siapa berkorban itu cuma dibutuhkan kerelaan?

Ketika saya kembali, dengan keadaan butuh duit, tentu saya tidak punya bargaining position. Ditempatkan di kantor pusat, dengan iming-iming cuma 5 menit dari rumah, diberi pekerjaan dengan numerasi yang dibawah standar, saya bisa bersyukur bisa hidup normal. Saya menampik tawaran eks boss untuk ditempatkan di Sub Dit A tempat beliau memimpin, karena tak lama kemudian beliau keluar. Kalau orang sebaik bos itu aja tak tahan, kenapa saya harus mencoba bertahan.

Di Sub dit B tempat saya bekerja, setahun kemudian, direct boss saya juga keluar. Lalu saya dipindahkan ke Sub dit C. Dan, ini bukan plot cerita telenovela, ternyata boss saya pun minggu depan keluar, berhenti, mengundurkan diri.

Kawan-kawan bilang --sambil tertawa-tawa-- bahwa saya ini seperti black widow. Weit, saya bukannya memangsa pejantan, tapi entah kebetulan atau kesalahan, tiga orang bos langsung mengundurkan diri tidak lama setelah saya ditempatkan. Ketiganya memutuskan untuk hengkang dari perusahaan untuk menata bisnis sendiri.

Bos baru akan segera datang. Banyak kawan juga prihatin karena calon bos baru ini sangat tersohor dengan ilmunya. Nah.

" Gue ikut prihatin ya, lu bakalan kedapetan si xxxxx sebagai bos "

" Iya ihhh, gue gak bisa bayangin orang kayak dia di tempat lu"

" Kenapa dia siiih, tuh para petinggi apa gak tau dia kayak apa"



Saya melongo aja, dan berseloroh " emang die kayak ape? "





"yaaah...lu belon tau ya? Dia tuh punya imu kodok"







Saya kaget. Asli baru denger tuh. " ilmu K-O-D-O-K ??? kek gemana tuh?"


Kawan saya itu berbisik, sambil memperagakan " nginjek kebawah, nyikut kiri-kanan, ngejilat ke atas".

1 comment:

Daffodil said...

Gambarnya terlalu bagus tuh buat si 'kodok' yang 'nganu' itu .. :-D