Tuesday, April 11, 2006

Namanya juga anak-anak

Alexa dan Wisnu bersepupu dan hanya bertaut usia 10 hari. Sedari bayi mereka bersama-sama (karena ortu mereka tinggal serumah) dan bisa dikatakan kalau mereka berjauhan akan saling mencari, tapi kalau berdekatan bisa bertengkar hebat.

Dalam satu hari, mereka bisa bertengkar beberapa kali. Contohnya pagi ini, sesudah mandi, mereka mengerubungi Akira di dalam boxnya. Awalnya Wisnu memegang gorden dan berniat bermain ciluk ba dengan Akira dan Alexa. Tapi entah kenapa, kelihatannya Alexa kurang senang melihat Wisnu memegang gorden, sehingga Alexa merenggut gorden yang tengah dipegang Wisnu. Wisnu, tentu saja , berusaha menariknya sehingga terlepas dari tangan Alexa. Akibatnya, Alexa kecewa dan dengan gusar mencakar Wisnu. Kaget dengan reaksi Alexa, Wisnu mecengkeram leher Alexa sambil berteriak , “ Sakit”, namun apa ayal, Alexa kembali mencakar muka Wisnu. Wisnu menangis dan Alexa yang sedari tadi sudah berusaha menahan tangisnya pun akhirnya menangis tak kalah kerasnya dengan Wisnu.


Tapi apakah itu berarti permusuhan? Tidak. Sesaat kemudian mereka bisa dengan rukunnya berjalan menuju taman dan berlari-lari sambil tertawa-tawa. Malah ketika Wisnu terjatuh dan terluka lututnya, Alexa dengan manisnya memberikan Wisnu bunga untuk menghibur.

Siangnya mereka tidak saling bertemu karena Alexa pergi bersama orang tuanya. Pada saat Alexa tiba di rumah, Wisnu sedang makan malam sambil menonton DVD Baby Einstein. Melihat keasyikan Wisnu, Alexa mengutarakan niatnya untuk menonton juga, tapi DVD yang berbeda. Mama Alexa mengatakan bahwa ia harus menunggu Wisnu selesai menonton. Mungkin hal ini menimbulkan kekecewaan bagi Alexa, sehingga ia mulai mengganggu Wisnu dengan cara menyentuh layar komputer, berusaha mematikan komputer. Karena Aji dan Mama Alexa khawatir komputer rusak, dijauhkanlah Alexa dari komputer. Apa yang terjadi? Dengan hati yang masih kesal, Alexa mengeluarkan mainan yang baru dibelinya. Wisnu melihat dari jauh dan merasa tertarik untuk mendekat, namun Alexa segera berujar “ Nggak, nggak boleh”. Mama Alexa dan para orang dewasa yang lain berupaya membujuk Alexa untuk memperbolehkan Wisnu bermain bersama. Saat Wisnu mendekat dan berusaha memegang salah satu mainana Alexa, dengan spontan Alexa merebutnya kembali. Ibu mengambil mainan Wisnu dengan maksud mengalihkan perhatian Wisnu, tapi Wisnu menampik mentah-mentah. Ketika Alexa ditawari untuk berbagi mainan barunya dan diiming-imingi untuk bisa memakai mainan Wisnu, Alexa semakin kuat bertahan dan malah melemparkan mainan Wisnu ke arah Wisnu. Wisnu menjerit dan disusul Alexa menangis juga. Jadilah Wisnu diangkut ke kamar untuk menenangkan diri.


Beberapa saat kemudian, mereka sudah sama-sama tenang dan bersiap tidur. Alexa mendatangi Wisnu untuk meminta ijin agar diperbolehkan meminum susu Wisnu.

Alexa : Wisnu, aku boleh nggak minum susunya?
Wisnu ; Gak boleh, itu susu Wisnu
Alexa : aku minta
Wisnu : gak boleh yah
Ibu : kenapa gak boleh?
Wisnu : Alexa pukul-pukul Wisnu, sakit gituh.
Mbak Nur : oh, tadi Alexa pukul Wisnu, jadi sekarang Alexa tidak boleh minum susu milik
Wisnu
Alexa : aku mau minta susunya
Wisnu : gak boleh (nadanya mengeras)
Alexa :gak mau, aku mau susuku aja. (melotot)
Mbak Nur : ya sudah, kalau begitu Alexa minum susunya sendiri saja ya. Yuk Alexa!
(berusaha menarik Alexa keluar dari kamar Wisnu)
Alexa : gak mau
Mabk Nur : alexa masih mau di sini?
Alexa : iya, (mendekat ke Wisnu)
Ibu : oh, alexa mau minta maaf. Iya?
Alexa : iya, aku mau minta maaf
Wisnu : gak (dengan muka lurus)
Aji : Alexa sudah minta maaf, tentu Wisnu maafkan ya Wisnu
Wisnu : gak (dengan tenang tapi masih sedikit dendam)
Aji : iya, dimaafkan dong ya, sini Alexa. Ayo saling memaafkan, salaman.

Akhirnya Alexa naik ke atas tempat tidur, dan mereka besalaman, berpelukan dan tersenyum simpul. Dan dengan mudahnya bermain bersama lagi dan cekikikan seru. Aihhhh… dasar bocah!