Tuesday, October 04, 2005

Field Trip MPE program

Tanggal 13-16 September lalu aji ikut field trip kampus. Ada beberapa tempat bagus yang dikunjungi.

Hari pertama, dari Haneda Airport meluncur ke Hiroshima. Setelah makan siang, tempat pertama yang dikunjungi adalah Musium Mazda. Namanya juga musium, jadi segala macam koleksi produk dari zaman baheula sampai yang termutakhir ada disini. Lucu juga bisa lihat mobil2 Mazda jama rikiplik, motor2nya, sedan wah , sampai mobil balap!

Coba lihat aji bergaya. "bawa pulang ke Indonesia aja, ji!"

Setelah dari museum, rombongan Master Program in English menuju Hiroshima Castle.

.Istana ini dibangun pada tahun 1591 oleh Terumoto Mori dan hancur karena pemboman Hiroshima.Sesudah dibom, istana ini diubah menjadi musium. Sayangnya tidak diperbolehkan memfoto bagian dalamnya. Yang bisa dilihat di sini adalah segala macam senjata tradisional Jepang yang dipakai para samurai dahulu kala. Ada beberapa katana (pedang Jepang) yang berusia 500 tahun lebih tapi masih tampak baru.

Tempat selanjutnya adalah Hiroshima Peace Park.
Tempat ini adalah lokasi pemboman yang dijadikan semacam memorial park : kalau di washington DC kita bisa ingat Vietnam War Memorial Park ( kalau di Indonesia dimana ya? Lubang Buaya ngkali ya?) . Tempatnya sangat bersih dan teduh. Satu hal penting, di sini ada konsensus tak tertulis orang tidak boleh makan/minum karena dianggap tempat yang sangat dihormati. Iyalah, dulunya inilah lokasi pemboman tahun 1942 itu. Hanya ada satu gedung yang tersisa dari kehancuran, sisanya semua rata dengan tanah. Inilah gedung tersebut.

(Terus terang kalo ibu lihat sekilas, jadi ingat Pasar Baru di Jakarta. He...he..) Tapi bangunan yang tertinggal dari sisa bom ini dipertahankan bentuk aslinya loh!


Mungkin sudah banyak yang tahu kenapa Amerika memilih Hiroshima sebagai target : untuk menguji efek bom (ya ampun Amerika!!! ngetes kok ya bom gitu lohhh!!), di Hiroshima tidak ada tawanan perang berkebangsaan Amerika dan pusat balatentara Jepang terletak disini. Jadi satu tepuk, tiga hal terjadi.

Yang menarik di sini ada Peace Memorial museum. Ada monumen paper crane yang dibuat untuk menghormati Sadako Sasaki, salah satu korban pemboman.

Alkisah Sadako berusia 2 tahun pada saat Hiroshima dibom, 10 tahun kemudian ternyata ia dideteksi terkena leukimia akibat radiasi nuklir. Orang jepang percaya, jika seseorang dapat membuat 1000 paper crane, harapannya dapat terkabul. Sadako hanya punya waktu 8 bulan membuat paper crane dan pada akhirnya meninggal dunia setelah membuat lebih dari 1000. Nah, kalau kita mengunjungi tempat ini, kita diminta membuat satu paper crane. Sudah banyak sekali kumpulan paper crane dari para pengunjung.

Sedikit tentang bom yang dijatuhkan di Hiroshima; ternyata beratnya 4 ton dan dijatuhkan hanya 2 meter di atas tanah. Bom ini bentuknya panjang dan tipis, sehingga dinamakan "little boy" tapi jangan salah... kandungannya 50 kg uranium jenis 235 yang menurut riset 1 kg uranium saja bisa melepaskan energi sebanding dengan 15,000 ton peledak yang dahsyat. Yang lebih mengenaskan, 50% energi yang terlepas dari ledakan menghasilkan guncangan, 35% panas, dan 15 % radiasi. Celakanya kombinasi ketiganya menyebabkan semua gedung hancur rata dengan tanah dalam radius 2 km. Ledakannya sendiri bertekanan 19 ton per meter persegi yang membuat gedung2 rata dan manusia bertebangan ke udara. Panas yag ditimbulkan bom melebihi jutaan derajat selsius pada pusat bom yang meluas sampai radius 280 meter, sedangkan suhunya sekitar 5000 derajat selsius di permukaan tanah ( ya astaga..padahal merebus air saja hanya butuh 100 derajat selsius dan luka kena air panas bisa fatal terkena kulit! )

Radiasi khusus dari nuklir adalah orang yang berada dalam radius 1 km dari pusat bom akan meninggal hanya dalam beberapa hari. Efek langsung dari bom adalah demam, mual, diare, perdarahan, rambut rontok, kelelahan. Efek radiasi dalam bentuk penyakit seperti keloid, leukimia dan beberapa jenis kanker baru terasa setelah dua tahun kemudian dan akan terus berlangsung selama lebih dari 10 tahun. Memang ada juga yang tetap hidup dengan penyakit2 tersebut sampai hari ini.

Mari kita lupakan kepedihan bom nuklir dan akibatnya. Menurut aji, Hiroshima kini terlihat dan terasa romantis (ngomong-ngomong kalo romantisme kumat inget masa muda dong ya?). Bersih, tenang , indah. Ahhh..kapan ya Jakarta bisa begini?


http://toshikei.city.hiroshima.jp

(bersambung)


No comments: